Literasi Berlabuh

di Ujung Kota Pasuruan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pasuruan tetap gencar menggalakan kegiatan gemar membaca di perkampungan, pedesaan,dan di tengah kota. Hal itu bukan tanpa sebab, karena Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan ingin meningkatkan literasi masyarakat di Kota Pasuruan.

Bekerja di bidang Perpustakaan bukan layaknya penjual toko kelontong yang hanya menunggu pelanggan (pemustaka) untuk datang. Kesan perpustakaan yang kuno kini telah beralih menjadi lebih seru dan dekat dengan masyarakat. Berbagai cara telah dilakukan guna menarik minat masyarakat terhadap perpustakaan.

Upaya yang dilakukan bukan tanpa sebab karena Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pasuruan ingin meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Kota Pasuruan melalui budaya gemar membaca. Literasi sendiri ialah istilah umum yang merujuk pada kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Dikutip dari laman resmi Kemdikbud manfaat dari meningkatnya kemampuan literasi masyarakat agar menjadi lebih bijak dalam memanfaatkan informasi yang dimiliki serta mandiri dalam memilah dan memilih data dan informasi yang bermanfaat. Dengan kata lain, adanya  kemampuan literasi dapat menjadikan masyarakat tidak mudah yang termakan isu hoax.

Selain itu literasi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando menyampaikan literasi terbagi menjadi empat tingkatan, yaitu kemampuan mengumpulkan sumber bacaan, memahami yang tersirat dari yang tersurat dan menemukan ide, teori, kreativitas dan inovasi baru. “Nah yang keempat inilah puncaknya yakni mampu menciptakan barang dan jasa yang bermutu yang bisa dipakai dalam kompetisi global. Jadi literasi tidak lagi sekedar bisa membaca namun  memproduksi,” imbuh Syarif. Dengan kemampuan literasi akan banyak usaha ekonomi produktif di tengah masyarakat.

Sadar akan pentingnya literasi, Dispusip Kota Pasuruan mewujudkan upaya ini dalam bentuk perpustakaan keliling (Pusling) yang menggunakan kendaraan roda empat sebagai akomodasi. Adanya Pusling merupakan upaya jemput bola ke masyarakat agar perpustakaan hadir di tengah lingkungan masyarakat. Dispusip Kota Pasuruan memilih titik tujuan Pusling pada area umum, seperti sekolah, kelurahan, dan juga taman kota.

Bahkan Pusling juga menjangkau ke dalam perkampungan masyarakat, salah satunya di perkampungan daerah Tambaan, kecamatan Panggung Rejo, yang mana sebuah kampung nelayan di ujung utara Kota Pasuruan. Terdapat sebuah perpustakaan kecil yang dibangun oleh warga sekitar pada kampung ini yang biasa disebut Taman Bacaan Pesisir. Bangunan semi permanen di pinggir laut yang dijadikan taman bacaan. Taman bacaan ini digagas oleh pemuda karang taruna yang juga peduli akan literasi masyarakat terutama anak-anak.

Pusling hadir di taman bacaan ini setiap akhir pekan, dengan membawa 1 box buku berisikan lebih dari 100 eksemplar buku. Buku yang dibawapun banyak mengenai buku anak dan keterampilan. Namun, m. taufikur rohman salah seorang dari tiga petugas Pusling mengatakan, kendala dari Pusling yaitu akses taman bacaan pesisir masih belum bisa dilalui kendaraan roda empat. “ Jadi yaa…kita tetap kesana (taman bacaan pesisir) tapi pake sepeda motor” jelasnya.

Selain membaca buku terdapat pula fun game dan mendongengbersama anak-anak sekitar taman bacaan. Belasan anak usia sekolah dasar terlihat gembira akan adanya Pusling dan jug ataman bacaan. Pusling juga hadir di dua taman bacaan lain di Kota Pasuruan. Diharapkan kegiatan Pusling ini tetap istiqomah dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Pasuruan. Seperti yang telah diketahui literasi itu penting. Kedepannya akan semakin banyak titik kunjungan Pusling di Kota Pasuruan. Agar literasi semakin meluas di Pasuruan tercinta.

About Admin

Check Also

PerpuSemangat Award 2019

PerpuSemangat Award 2019 diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pasuruan pada tanggal 18 Desember …