English Contest Dispusip Kota Pasuruan

Telah dua tahun sejak pandemi covid-19 muncul di Indonesia. Ruanggerak masyarakat menjadi sangat sempit, karenapembatasan bersosial dilakukan disegala tempat, masyarakat pun dilarang berkerumun. Hal ini pula yang membuat Dispusip membatasi bahkan menutup sementara layanan untuk masyarakat ke perpustakaan. Namun, pada 2022 ini disaat pembatasan bersosial sudah mulai longgar, Dispusip Kota Pasuruan mulai getol melakukan berbagai kegiatan. Terbukti dengan ditambahnya kegiatan lomba. Di tahun sebelumnya kegiatan lomba hanya ada empat lomba dan kini telah ditambah menjadi 10 lomba. Penambahan lomba ini guna melakukan percepatan peningkatan literasi masyarakat yang sempat vakum.

Dari ke enam lomba baru itu, diantaranya yaitu English contest, yang telah dilaksanakan pada Rabu, 27 April 2022 yang dibuka langsung oleh Titrit Satrija Nimpuna selaku Kepala Dinas Dispusip Kota Pasuruan. English contest merupakan lomba pidato menggunakan bahasa inggris, yang diikuti oleh siswa-siswi SMP dan MTS se Kota Pasuruan. Selain untuk meningkatkan literasi masyarakat, lomba ini juga bertuuan untuk memotivasi peserta dalam belajar bahasa inggris. Karena kemampuan berbahasa inggris masyarakat Indonesia khususnya peserta sekolah masih rendah. Terbukti dari survey yang dilakukan oleh EF EPI (komunitas bahasa inggris) pada 2021, Indonesia menduduki peringkat 80 dari 112 negara dan berada di posisi ke-14 dari 24 negara Asia. Bahkan Indonesia kalah dengan negara-negara ASEAN seperti Vietnam dan Filipina yang masing-masing berada di posisi ke-66 dan 18. Juga kita ketahui bahasa inggris merupakan bahasa internasional, dengan cakap berbahasa inggris kita dapat bersaing lagi dengan negara lain.

Selain itu, lomba ini juga dapat meningkatkan tingkat kepercayaan diri peserta. Karena peserta diharuskan untuk berpidato dengan lancar dan ekspresif di hadapan kamera, yang tentu saja membuat gugup. Tetapi, tidak terlihat ada ekspresi gugup dari peserta yang berpartisipasi dalam lomba ini. Peserta juga menulis naskah pidato sendiri dengan tema “Pendidikan Bagi Remaja”, yang mana proses menulis naskah dapat mengasah kemampuan literasi menulis.

Kemudian peserta diharuskan untuk mengirimkan video berdurasi maksimal tujuh menit. Dari beberapa video yang dikirimkan kepada Dispusip, yang kemudian dipilih 10 nominator terbaik oleh dewan juri. Titrit mengatakan bahwa, lomba dilaksanakan secara online dan kemudian 10 peserta terbaik menampilkan secara offline atau tampil langsung di hadapan juri.

Dispusip juga memilih juri professional yang berasal dari komunitas bahasa inggris English C. komponen penilaian pidato meliputi kesesuaian isi dengan tema (content), kelancaran (fluency), ekspresi (expression/performance),dan ketepatan bahasa (accuracy).

“Kaualitas peserta kemarin juga sudah ada potensi, peserta dapat menyampaikan isi pidatonya, kemudian ide-ide dan juga rasa percaya diri peserta juga bagus,” ujar Titrit.

kedepannya diharapkan pendaftar lomba semakin banyak, sehingga dapat melahirkan bibit unggul setelah lomba, yang mana dapat memotivasi masyarakat pasuruan dalam berbahasa inggris.

About Admin

Check Also

PerpuSemangat Award 2019

PerpuSemangat Award 2019 diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pasuruan pada tanggal 18 Desember …